RSS Feed
This is a mood message, you can edit this message by editing file message.php, or you can also add here some advertisement.

Senin, 28 April 2008

Malaria

Malaria

Epidemiology
Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi berbahaya yang terjadi di beberapa belahan dunia. Lebih dari 40% populasi manusia di dunia telah terinfeksi/endemic malaria (afrika, Asia, Negara-negara bagian amerika, Oceania). Diperkirakan lebih dari 300-500 juta kasus malaria setiap tahun menyebabkan750.000-2 juta kasus kematian.
Malaria merupakan penyakit infeksi, infeksi congenital, infeksi yang menekan pembuluh darah atau pembuatan sel darah merah. Plamodium falciparum merupakan penyebab terbesar dari infeksi malaria yang ditularkan lewat gigitan nyamuk anopheles. Malaria merupakan penyakit protozoa. Malaria dapat ditularkan langsung melalui transfuse darah, jarum suntik serta dari ibu hamil kepada bayinya. Terdapat empat spesies plasmodium : plasmodium vivax, falciparum, malariae, ovale.
Gambaran karakteristik dari malaria ialah demam periodic, anemia, trombositopeni dan splenomegali. Berat ringannya manifestasi malaria tergantung jenis plasmodium yang menyebabkan infeksi dan imunitas penderita.

Pengobatan

1.Penanganan secara umum
Segera setelah diagnosis terjadinya infeksi malaria, penggunaan anti malaria harus secepatnya diberikan. Pengobatan harus berasarkan pada tiga faktor utama : Spesien Plasmodium yang mengInfeksi, status klinik dari pasien, dan kemampuan obat untu mudah berinteraksi dengan parasie yang menginfeksi sesuai dengan ketetapan letak geografis dimana infeksi terjadi. Penentuan spesies Plasmodium yang mengInfeksi untuk pengobatan memiliki tujuan penting didasarkan tiga alasan :
Infeksi P. Falciparum dapat menyebabkan dampak yang lebih besar dibanding infeksi oleh non-falciparum (vivax, malariae, ovale) yang berakibat sakit keras dan kematian. Infeksi P. Vivax dan P. Ovale pengobatannya duntuk bentuk hipnozoite yang berinteraksi di usus dan dapat menyebabkan infeksi kambuhan. Infeksi oleh P. Falciparum dan P. Vivax memiliki resistensi obat yang berbeda berdasarkan bagian geografis.
Faktor kedua adalah status klinik pasien, diagnosa pasien yang terinfeksi dapat berupa gambaran umum : demam periodic, anemia, trombositopeni dan splenomegali. Faktor terakhir adalah dimana tempat terinfeksi terjadi, hal ini dibutuhkan untuk menentukan pengobatan berdasarkan resistensiobat di daerah tersebut.

2. Malaria tidak spesifik
P. falcifarum atau spesies tidak teridentifikasi
Untuk infeksi P. falcifarum, terdapat area yang tidak resisten dengan chloroquin. Pasien dapat diberiakan pengobatan dengan pemakaian oral chloroquin. Untuk alternative dapat diberikan hyroxychloroquin.
Untuk pengobatan pada orang lanjut usia, pemilihan pengobatan sama dengan pengobatan pada orang dewasa hanya pada pemberian dosis disesuaikan dengan berat badan.
Untuk pengobatan anak kurang dari delapan tahun dapan diberikan doxycycline dan tetrasiklin. Selain itu dapat diberikan kuinin dan atovaquone-proguanil direkomendasikan pemilihan pengobatan pada daerah yang resisten terhadap chloroquine.

3. Pengobatan untuk wanita hamil
Infeksi terhadap wanita hamil dapat menyebabkan resiko yang lebih besar. Pada wanita hamil terjadi penurunan sistm imun dan mempengaruhi terhadap efektivitas infeksi malaria. Parasit malaria sequester dan dapat replikasi /dupikasi didalam plasenta. Infeksi malaria selama masa kehamilan dapat menyebabkan : kelahiran secara premature, penurunan berat badan saat lahir, infeksicongenital dan kematian bayi.
Untuk pengobatan wanita hamil yang didagnosa terinfeksi oleh P. malariae, P. vivax, P. ovale atau infeksi P. falcifarum tetapi tidak resisten terhadap chloroquin penggunaan chloroquin masih sangat dianjurkan. Untuk alternative kedua dapat digunakan hydroxychloroquin. Untuk wanita hamil yang didagnosa terinfeksi P. falciparum yang resisten terhadap chloroquin dapat di obati dengan penggunaan kuinin sulfat dan clindamysin.. Doxycycline dan tetrasiklin tidak dianjurkan penggunaanya pada wanita hamil, tetapi dalam kasus resistensi dapat digunakan sebagai pemakaian kombinasi dengan kuinin. Meflokuin dapat juga digunakan sebagai alternative penggunaan pada wanita hamil.

Pengobatan Tradisional/ Pengobatan Alternatif Alami Untuk Malaria
Akar nangka 45 gram dicuci direbus, dengan air dari 3 gelas menjadi 1,5 gelas, disaring, diminum 3x sehari. Lakukan selama 1 miggu

Ganja ??

Legalisasi Ganja ??

Isu legalisasi ganja di Indonesia mulai marak dibicarakan ketika BNN (Badan Nasional Narkotik) dan INIDA (Indonesia National Institute on Drug Abuse) berencana untuk melakukan kajian untuk melegalkan ganja di Indonesia. “ Selama ini yang dikedepankan selalu sisi negatif ganja. Padahal ganja juga mempunyai manfaat,”ujar konsultan Ahli BNN dan direktur Pengembangan dan Riset INIDA, Tomi Harjatno. Dilihat dari perkembangnnya, masyarakat Aceh menggunakan ganja untuk bumbu masak, selain sebagai bumbu masak, ganja juga bisa menjadi produk lain yang dibuat oleh masyarakat lokal diantaranya Dodol dan Kopi ganja. Hal-hal inilah yang mendasari BNN dan INIDA untuk melakukan kajian ulang tentang fungsi ganja. “Ada nilai positif dari daun dan batang ganja, seperti untuk pembuatan tas dan lainnya. Kalau daunnya memang bisa menimbulkan efek halusinogen. Tapi itu tidak sampai membuat efek negatif yang besar,” Jelas Tomi Harjatno.

Di luar negeri penggunaan ganja ternyata dibedakan, yaitu terdiri dari penggunaan ganja untuk industri dan juga ganja untuk penggunaan terlarang. Ganja untuk penggunaan terlarang dikenal sebagai Cannabis, sedangkan untuk penggunaan industri dikenal dengan istilah Hemp. Sementara di Indonesia tidak mengenal perbedaan ini, seperti yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 1997 disebutkan bahwa ganja termasuk sebagai narkotika.

“narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan”

Narkotika terdiri dari tiga golongan yaitu opiat (heroin,morfin,dll), golongan kanabis (ganja,) dan golongan koka (kokain).

Ganja yang nama latinnya adalah Cannabis Sativa adalah sejenis penurun kerja system syaraf. Ganja termasuk jenis Cannabinoid, akibat yang dapat ditimbulkan diantaranya adalah euphoria,rasa senang tanpa sebab,santai,nafsu makan bertambah,keringanan stress, dan sakit. Dampak-dampak tersebut sebenarnya disebabkan oleh kandungan zat yang terdapat pada ganja sediri yaitu Tetra Hidro Cannabinol(THC).

Cannabis adalah hasil psikotropik dari tanaman Cannabis Sativa. Ada tanaman cannabis jantan dan betina. Kepekatan bahan kimia psikoaktif, THC yang tertinggi ditemukan pada pucuk bunga tanaman betina.

Cannabis dapat menimbulkan ketergantungan fisik, ada tiga macam bentuk Cannabis: Mariyuana, Hashish dan minyak hasyis. Mariyuana adalah daun dan bunga kering pada tanaman cannabis dan pada umumnya memiliki dampak paling ringan dibanding ketiga bentuk cannabis. Hashish membentuk lapisan minyak kental pada bungan bagian atas yang dimbil dan dicetak sebagai gumpalan dari damar kering. Kepekatan kandungan THC dari Hashish adalah yang terkuat.

Dibalik buruknya ganja bagi kerja system syaraf, ganja jenis Hemp memiliki kelebihan untuk industri. Perbedaan antara Cannabis dan Hemp terletak pada kadar THC yang dikandungnya.
Ganja jenis Hemp pertama kali dimanfaatkan di china untuk pengobatan, kemudian manfaat Hemp terus berkembang diantaranya pada tahun 1776 kertas dari bahan dasar Hemp digunakan oleh Presiden Amerika “Thomas Jefferson sebagai kertas tempat menuliskan draft Declaration of Independence. Sampai sekarang kertas tersebut masih baik dan tidak berubah warna. Pada tahun 1941, perusahaan mobil besar ford mengeluarkan produk terbuat dari Hemp, baik untuk badan mobil hingga kacanya, kekuatan mobil bahan Hemp sangat baik menahan benturan termasuk ujicoba dengan dipukul kampak besi(anonimus,2007).

Keuntugan dan kerugian penngunaan ganja ini menimbulkan dilema apakah ganja di Indonesia layak untuk dilegalkan atau tidak, Kemampuan pemerintah dalam segi pengawasan dan kontrol pun akan sangat berperan dalam perkembangan penggunaan ganja di Indonesia.

Mengenal Obat

Mengenal Obat
“Baik dan Buruknya bagi Tubuh”

Obat-obatan, dalam bentuk tumbuh-tumbuhan dan mineral,telah ada jauh lebih lama dari manusianya sendiri. Penyakit pada manusia dan nalurinya untuk mempertahankan hidup membawa kita kepada penemuan-penemuan. Penggunaan obat-obatan walaupun dalam bentuk yang sederhana tidak diragukan lagi , sudah berlangsung sejak jauh sebelum adanya sejarah yang ditulis, karena naluri orang-orang primitif untuk menghilangkan rasa sakit pada luka dengan merendam-rendamkannya dalam air dingin atau menempelkan daun segar pada luka tersebut atau menutupinya dengan Lumpur, hanya berdasarkan pada kepercayaan.
Di antara banyak suku terdahulu, mempunyai anggapan bahwa penyakit disebabkan oleh masuknya roh jahat dalam tubuh. Pengobatan biasanya dengan cara mengusir pengganggu yang masuk dari tubuh penderita. Dari sejarah diketahui bahwa cara pengobatan ini memakai mantera, penggunaan bunyi-bunyian dan pemberian ramuan-ramuan tumbuhan. Dari sinilah muncul penemuan-penemuan racikan obat.
Obat dapat didefinisikan sebagai suatu zat yang dimaksudkan untuk dipakai dalam diagnosis, mengurangi rasa sakit, mengobati atau mencegah penyakit pada manusia atau hewan. Salah satu kualitas obat yang paling mengherankan ialah mempunyai beraneka ragam kerja dan efek pada tubuh. Beberapa obat secara selektif merangsang otot jantung, otot polos, atau otot rangka, sedangkan obat yang lain mempunyai pengaruh yang berlawanan. Obat tertentu dapat membuat darah lebih mudah terkoagulasi atau sukar terkoagulasi atau dapat menaikkan kadar hemoglobin dari eritrosit atau memperbesar volume darah.
Obat banyak dibagi menurut fungsinya. Obat yang disebut emetika merangsang terjadinya muntah, sedangkan antiemetika mempunyai pengaruh yang berlawanan. Diuretika meningkatkan aliran urine, sudorifika merangsang pengeluaran keringat, obat yang disebut ekspektoransia meningkatkan jumlah cairan dalam saluran pernapasan, dan katartika atau laksativa bekerja merangsang pengosongan usus besar. Beberapa bahan obat dapat mengurangi aliran urine, mengurangi secret tubuh atau menyebabkan konstipasi. Obat- obatan tertentu dapat melawan infeksi, membasmi cacing di usus atau bertindak sebagai bahan penawar dari obat lain. Obat yang disebut antineoplastik memberikan cara untuk menyerang proses pertumbuhan kanker pada tubuh seseorang, sedangkan zat radio aktif bekerja pada kanker dengan cara lain pula.
Proses penemuan dan pengembangan obat cukup rumit dan melibatkan kerjasama penuh antara berbagai ahli ilmu pengetahuan termasuk para ahli kimia organik, fisika, dan analisis kimia, biokimia, bakteriologi, fisiologi, toksikologi, hematologi, imunologi, endokrinologi, patologi, ahli biosstatistika, ahli farmasetika, dokter dan lai-lain.
Setelah bahan obat baru ditemukan dan dilakukan identifikasi secara kimia dan fisikanya yang pasti, maka sebagian keterangan biologinya harus dikumpulkan. Suatu penyelidikan harus dikerjakan terhadap kedudukan obat dan laju penyerapan, pola distribusinya dan konsentrasinya dalam tubuh, jangka waktu kerjanya dan metode serta kecepatan eliminasi atau ekresinya. Keterangan-keterangan tentang degradasi metabolit obat harus didapatkan, demikian juga aktifitas suatu metabolitnya. Selain itu yang harus dilakukan adalah penyelidikan yang menyeluruh tentang pengaruh jangka pendek dan panjang obat ini terhadap macam-macam sel tubuh, jaringan-jaringan dan organ-organ harus dilakukan.
Jalur pembuatan obat dari mulai bahan baku hingga menjadi suatu bentuk produksi obat yang biasa kita gunakan melalui tahap yang panjang. Setelah bahan-bahan baku obat diracik dan diformulasikan, racikan / obat baru ini melalui berbagai pemeriksaan. Dantaranya adalah : pemeriksaan preklinik (pada hewan) dan uji klinik (pada manusia).
Penyelidikan secara luas harus dilakukan pada tingkatan-tingkatan pengembangannya untuk mendapatkan kemantapan fisik dan kimia hasil produksinya. Kemantapan obat dalam kemasan yang diusulkan harus diselidiki pada macam keadaan penyimpanannya. Sebelum obat baru tersebut diuji pada manusia secara klinis dilakukan uji pada hewan terlebih dahulu. Orang yang menjadi subjek dalam penyelidikan uji klinis berdasarkan atas kemauannya sendiri, umumnya melibatkan sejumlah kecil sukarelawan kesehatan yang merupakan hasil pemilihan yang ketat.
Begitu hasil produksi suatu obat dibuat, ia harus diatur dengan tepat. Diharapkan pasien mendapatkan manfaatnya secara maksimum. Obat harus diminum dalam jumlah yang cukup pada waktu-waktu yang tertentu dan untuk jangka waktu yang ditetapkan untuk mencapai tujuan obat tersebut. Efektifitas obat harus dinilai kembali pada tenggang waktu yang teratur dan perlu dilakukan penyesuaian dan pengaturan dosis atau perencanaan dosisnya, jadi karena dalam obat terkandung banyak senyawa-senyawa kimia maka dalam penggunaannya diharapkan sesuai dosis yang diberikan dokter atau apoteker yang bertugas. Sebelum memulai penggunaan obat , diharapkan mengetahui tentang kemungkinan adanya efek samping yang sederhana dan dalam hal-hal , minuman dan obat-obatan lainnya yang mungkin akan mengganggu efektifitas obat yang sedang digunakan atau cara terapinya itu sendiri.
Karena obat selain bisa menyembukan juga bisa bertindak sebagai racun dalam tubuh yang semakin lama dapat mengendap dan membahayakan kesehatan . Oleh karena itu penggunaan obat dianjurkan sesuai dengan kebutuhannya,tidak berlebih-lebihan atau sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter . Untuk lebih baiknya dianjurkan untuk tidak banyak mengkonsumsi obat yang tidak dianjurkan . Dalam pembelian obat jangan menggunakan obat yang selain dari apotik , karena obat-obatan yang tidak sesuai dengan resep atau anjuran dokter kalau terlalu banyak dikonsumsi akan menyebabkan efek samping uang berbahaya karena obat juga bisa bertindak sebagai racun kalau kita terlalu banyak mengkonsumsinya . Yang terbaik adalah jagalah kesehatan , dan kalau sakit periksalah ke dokter , jangan menggunakanng obat –obatan yamg diedarkan di took-toko selain di apotek.