Malaria
Epidemiology
Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi berbahaya yang terjadi di beberapa belahan dunia. Lebih dari 40% populasi manusia di dunia telah terinfeksi/endemic malaria (afrika, Asia, Negara-negara bagian amerika, Oceania). Diperkirakan lebih dari 300-500 juta kasus malaria setiap tahun menyebabkan750.000-2 juta kasus kematian.
Malaria merupakan penyakit infeksi, infeksi congenital, infeksi yang menekan pembuluh darah atau pembuatan sel darah merah. Plamodium falciparum merupakan penyebab terbesar dari infeksi malaria yang ditularkan lewat gigitan nyamuk anopheles. Malaria merupakan penyakit protozoa. Malaria dapat ditularkan langsung melalui transfuse darah, jarum suntik serta dari ibu hamil kepada bayinya. Terdapat empat spesies plasmodium : plasmodium vivax, falciparum, malariae, ovale.
Gambaran karakteristik dari malaria ialah demam periodic, anemia, trombositopeni dan splenomegali. Berat ringannya manifestasi malaria tergantung jenis plasmodium yang menyebabkan infeksi dan imunitas penderita.
Pengobatan
1.Penanganan secara umum
Segera setelah diagnosis terjadinya infeksi malaria, penggunaan anti malaria harus secepatnya diberikan. Pengobatan harus berasarkan pada tiga faktor utama : Spesien Plasmodium yang mengInfeksi, status klinik dari pasien, dan kemampuan obat untu mudah berinteraksi dengan parasie yang menginfeksi sesuai dengan ketetapan letak geografis dimana infeksi terjadi. Penentuan spesies Plasmodium yang mengInfeksi untuk pengobatan memiliki tujuan penting didasarkan tiga alasan :
Infeksi P. Falciparum dapat menyebabkan dampak yang lebih besar dibanding infeksi oleh non-falciparum (vivax, malariae, ovale) yang berakibat sakit keras dan kematian. Infeksi P. Vivax dan P. Ovale pengobatannya duntuk bentuk hipnozoite yang berinteraksi di usus dan dapat menyebabkan infeksi kambuhan. Infeksi oleh P. Falciparum dan P. Vivax memiliki resistensi obat yang berbeda berdasarkan bagian geografis.
Faktor kedua adalah status klinik pasien, diagnosa pasien yang terinfeksi dapat berupa gambaran umum : demam periodic, anemia, trombositopeni dan splenomegali. Faktor terakhir adalah dimana tempat terinfeksi terjadi, hal ini dibutuhkan untuk menentukan pengobatan berdasarkan resistensiobat di daerah tersebut.
2. Malaria tidak spesifik
P. falcifarum atau spesies tidak teridentifikasi
Untuk infeksi P. falcifarum, terdapat area yang tidak resisten dengan chloroquin. Pasien dapat diberiakan pengobatan dengan pemakaian oral chloroquin. Untuk alternative dapat diberikan hyroxychloroquin.
Untuk pengobatan pada orang lanjut usia, pemilihan pengobatan sama dengan pengobatan pada orang dewasa hanya pada pemberian dosis disesuaikan dengan berat badan.
Untuk pengobatan anak kurang dari delapan tahun dapan diberikan doxycycline dan tetrasiklin. Selain itu dapat diberikan kuinin dan atovaquone-proguanil direkomendasikan pemilihan pengobatan pada daerah yang resisten terhadap chloroquine.
3. Pengobatan untuk wanita hamil
Infeksi terhadap wanita hamil dapat menyebabkan resiko yang lebih besar. Pada wanita hamil terjadi penurunan sistm imun dan mempengaruhi terhadap efektivitas infeksi malaria. Parasit malaria sequester dan dapat replikasi /dupikasi didalam plasenta. Infeksi malaria selama masa kehamilan dapat menyebabkan : kelahiran secara premature, penurunan berat badan saat lahir, infeksicongenital dan kematian bayi.
Untuk pengobatan wanita hamil yang didagnosa terinfeksi oleh P. malariae, P. vivax, P. ovale atau infeksi P. falcifarum tetapi tidak resisten terhadap chloroquin penggunaan chloroquin masih sangat dianjurkan. Untuk alternative kedua dapat digunakan hydroxychloroquin. Untuk wanita hamil yang didagnosa terinfeksi P. falciparum yang resisten terhadap chloroquin dapat di obati dengan penggunaan kuinin sulfat dan clindamysin.. Doxycycline dan tetrasiklin tidak dianjurkan penggunaanya pada wanita hamil, tetapi dalam kasus resistensi dapat digunakan sebagai pemakaian kombinasi dengan kuinin. Meflokuin dapat juga digunakan sebagai alternative penggunaan pada wanita hamil.
Pengobatan Tradisional/ Pengobatan Alternatif Alami Untuk Malaria
Akar nangka 45 gram dicuci direbus, dengan air dari 3 gelas menjadi 1,5 gelas, disaring, diminum 3x sehari. Lakukan selama 1 miggu
Senin, 28 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar