Mengenal Obat
“Baik dan Buruknya bagi Tubuh”
Obat-obatan, dalam bentuk tumbuh-tumbuhan dan mineral,telah ada jauh lebih lama dari manusianya sendiri. Penyakit pada manusia dan nalurinya untuk mempertahankan hidup membawa kita kepada penemuan-penemuan. Penggunaan obat-obatan walaupun dalam bentuk yang sederhana tidak diragukan lagi , sudah berlangsung sejak jauh sebelum adanya sejarah yang ditulis, karena naluri orang-orang primitif untuk menghilangkan rasa sakit pada luka dengan merendam-rendamkannya dalam air dingin atau menempelkan daun segar pada luka tersebut atau menutupinya dengan Lumpur, hanya berdasarkan pada kepercayaan.
Di antara banyak suku terdahulu, mempunyai anggapan bahwa penyakit disebabkan oleh masuknya roh jahat dalam tubuh. Pengobatan biasanya dengan cara mengusir pengganggu yang masuk dari tubuh penderita. Dari sejarah diketahui bahwa cara pengobatan ini memakai mantera, penggunaan bunyi-bunyian dan pemberian ramuan-ramuan tumbuhan. Dari sinilah muncul penemuan-penemuan racikan obat.
Obat dapat didefinisikan sebagai suatu zat yang dimaksudkan untuk dipakai dalam diagnosis, mengurangi rasa sakit, mengobati atau mencegah penyakit pada manusia atau hewan. Salah satu kualitas obat yang paling mengherankan ialah mempunyai beraneka ragam kerja dan efek pada tubuh. Beberapa obat secara selektif merangsang otot jantung, otot polos, atau otot rangka, sedangkan obat yang lain mempunyai pengaruh yang berlawanan. Obat tertentu dapat membuat darah lebih mudah terkoagulasi atau sukar terkoagulasi atau dapat menaikkan kadar hemoglobin dari eritrosit atau memperbesar volume darah.
Obat banyak dibagi menurut fungsinya. Obat yang disebut emetika merangsang terjadinya muntah, sedangkan antiemetika mempunyai pengaruh yang berlawanan. Diuretika meningkatkan aliran urine, sudorifika merangsang pengeluaran keringat, obat yang disebut ekspektoransia meningkatkan jumlah cairan dalam saluran pernapasan, dan katartika atau laksativa bekerja merangsang pengosongan usus besar. Beberapa bahan obat dapat mengurangi aliran urine, mengurangi secret tubuh atau menyebabkan konstipasi. Obat- obatan tertentu dapat melawan infeksi, membasmi cacing di usus atau bertindak sebagai bahan penawar dari obat lain. Obat yang disebut antineoplastik memberikan cara untuk menyerang proses pertumbuhan kanker pada tubuh seseorang, sedangkan zat radio aktif bekerja pada kanker dengan cara lain pula.
Proses penemuan dan pengembangan obat cukup rumit dan melibatkan kerjasama penuh antara berbagai ahli ilmu pengetahuan termasuk para ahli kimia organik, fisika, dan analisis kimia, biokimia, bakteriologi, fisiologi, toksikologi, hematologi, imunologi, endokrinologi, patologi, ahli biosstatistika, ahli farmasetika, dokter dan lai-lain.
Setelah bahan obat baru ditemukan dan dilakukan identifikasi secara kimia dan fisikanya yang pasti, maka sebagian keterangan biologinya harus dikumpulkan. Suatu penyelidikan harus dikerjakan terhadap kedudukan obat dan laju penyerapan, pola distribusinya dan konsentrasinya dalam tubuh, jangka waktu kerjanya dan metode serta kecepatan eliminasi atau ekresinya. Keterangan-keterangan tentang degradasi metabolit obat harus didapatkan, demikian juga aktifitas suatu metabolitnya. Selain itu yang harus dilakukan adalah penyelidikan yang menyeluruh tentang pengaruh jangka pendek dan panjang obat ini terhadap macam-macam sel tubuh, jaringan-jaringan dan organ-organ harus dilakukan.
Jalur pembuatan obat dari mulai bahan baku hingga menjadi suatu bentuk produksi obat yang biasa kita gunakan melalui tahap yang panjang. Setelah bahan-bahan baku obat diracik dan diformulasikan, racikan / obat baru ini melalui berbagai pemeriksaan. Dantaranya adalah : pemeriksaan preklinik (pada hewan) dan uji klinik (pada manusia).
Penyelidikan secara luas harus dilakukan pada tingkatan-tingkatan pengembangannya untuk mendapatkan kemantapan fisik dan kimia hasil produksinya. Kemantapan obat dalam kemasan yang diusulkan harus diselidiki pada macam keadaan penyimpanannya. Sebelum obat baru tersebut diuji pada manusia secara klinis dilakukan uji pada hewan terlebih dahulu. Orang yang menjadi subjek dalam penyelidikan uji klinis berdasarkan atas kemauannya sendiri, umumnya melibatkan sejumlah kecil sukarelawan kesehatan yang merupakan hasil pemilihan yang ketat.
Begitu hasil produksi suatu obat dibuat, ia harus diatur dengan tepat. Diharapkan pasien mendapatkan manfaatnya secara maksimum. Obat harus diminum dalam jumlah yang cukup pada waktu-waktu yang tertentu dan untuk jangka waktu yang ditetapkan untuk mencapai tujuan obat tersebut. Efektifitas obat harus dinilai kembali pada tenggang waktu yang teratur dan perlu dilakukan penyesuaian dan pengaturan dosis atau perencanaan dosisnya, jadi karena dalam obat terkandung banyak senyawa-senyawa kimia maka dalam penggunaannya diharapkan sesuai dosis yang diberikan dokter atau apoteker yang bertugas. Sebelum memulai penggunaan obat , diharapkan mengetahui tentang kemungkinan adanya efek samping yang sederhana dan dalam hal-hal , minuman dan obat-obatan lainnya yang mungkin akan mengganggu efektifitas obat yang sedang digunakan atau cara terapinya itu sendiri.
Karena obat selain bisa menyembukan juga bisa bertindak sebagai racun dalam tubuh yang semakin lama dapat mengendap dan membahayakan kesehatan . Oleh karena itu penggunaan obat dianjurkan sesuai dengan kebutuhannya,tidak berlebih-lebihan atau sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter . Untuk lebih baiknya dianjurkan untuk tidak banyak mengkonsumsi obat yang tidak dianjurkan . Dalam pembelian obat jangan menggunakan obat yang selain dari apotik , karena obat-obatan yang tidak sesuai dengan resep atau anjuran dokter kalau terlalu banyak dikonsumsi akan menyebabkan efek samping uang berbahaya karena obat juga bisa bertindak sebagai racun kalau kita terlalu banyak mengkonsumsinya . Yang terbaik adalah jagalah kesehatan , dan kalau sakit periksalah ke dokter , jangan menggunakanng obat –obatan yamg diedarkan di took-toko selain di apotek.
Senin, 28 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar